sejarah pembangunan pasar angso duo
Sejarah pembangunan pasar angso duo
Dalam
dunia internasional, kegiatan perekonomian merupakan suatu hal yang dianggap
penting dalam kehidupan. Yang mana dalam kegiatan ekonomi tersebut yang menjadi
sumber kehidupan masyarakat dunia. Hal inil lazim kita temui dinegara kaya akan
budaya, Indonesia. Dalam kegiatan
ekonominya indonesia tidak lepas dari pasar tradisional, yang mana pasar
tersebut dijadikan sebagai pusat perekonomian. Pulau sumatera merupakan salah
satu pusat persebaran pasar tradisional. Salah satu yang terkenal diantaranya
terletak diprovinsi jambi, yang kerap disebut dengan pasar angso duo. Pada
tulisan ini, akan dibahas mengenai sejarah pembangunan pasar angso duo.
Pada
awal abad ke-18 , kawasan muara jambi berada didermaga bom batu, yang kini
telah berubah menjadi mall WTC. Disanalah dulunya terletak pasar tanah pilih.
Yang akan menjadi cikal bakal dari pasar angso duo. “Tokoh masyarakat jambi,
Junaedi T Noor, “pada zaman penjajahan jepang, pasar tersebut telah hancur dan
pindah sekitar 500 meter kearah tenggara, yang disebut gang siku”. Didalam legenda-unik.blogspot.co.id (2016:1).
Pasar
tersebut berdiri dengan sangat sederhana yang mana hanya terdiri dari deretan meja
meja pedangang, yang mana menjual berbagai macam dagangan. Mulai dari sayur
mayur, daging, ikan, dan jenis bahan makanan lainnya. bukan hanya itu pasar ini
juga dipadati oleh penikmat kopi yang bersantai sambil melihat keindahan sungai
batang hari. Hal ini tentunya membuat lokasi tersebut menjadi sesak, dan tampai
disepanjang jalannya terjadi kerusakan.
Karena
mengingat kondisi pasar yang semakin memburuk, hal ini menjadi PR tersendiri
bagi pemerintah jambi. Selain itu ditambah lagi dengan kondisi sedimentasi yang
dinilai cukup parah. Maka dari itu, pada tahun 1970 pemerintah daerah pun
melakukan pengerukan tanah dan pasir. Yang hasil pengerukan tersebut digunakan
untuk menimbun daerah sekitar sungai. Dengan begitu pasar batu tadi dipindahkan
kedaerah timbunan tadi. Dan kemudian diubah namanya menjadi pasar angso duo,
pada tahun 1974 yang tepat berada dipinggir sungai batang hari.
Pasar
angso duo berubah menjadi kompleks pertokohan yang mana disepanjang jalannya
dipenuhi oleh pedagang kaki lima. Tahun terus bertambah pedagangpun mulai
memadati kawasan tersebut, tang kembali membuat pasar menjadi sesak. Apalagi
ditambah dengan banyaknya pedagang kaki lima yang berada disepanjang jalannya.
Belum lagi jika terjadi kenaikan arus sungai, yang membuat aktifitas pasar
sedikit tersendat.
Dengan
begitu mengingat semakin majunya pola pikir masyarakat, dan gaya hidup yang
telah mengikuti perkembangan. Akhirnya pemerintah telah merencanakan akan
melakukan pembangunan pasar angso duo dan merelokasikannya sekitar 100 m.
dimana pasar ini bukan lagi dalam konsep pasar tradisional namun berubah
menjadi pasar yang modern. Dengan begini menambah rasa kenyamanan masyarakat,
dan akan berakibat pada perkembangan serta pertumbuhan ekonomi diwilayah
provinsi jambi. Proyek ini diperkirakan akan terselesaikan pada akhir tahun
2017, dan merupakan salah satu program jambi emas dan tuntas 2020.
Jadi,
berdasarkan dari cerita sejarah pasar angso duo yang telah diuraikan diatas
dapat diambil kesimpulan. Bahwasanya dalam perkembangannya pasar angso duo
terjadi banyak perenovasian serta perpindahan. Yang mana semua itu menyesuaikan
kondisi agar dapat menjadi lebih baik. Pasar
ini juga kaya dengan sejarah, hal ini diperkuat dengan kutipan dari http://www.kompasiana.com (2015:1) “Dari catatan sejarah ini, sangat wajar jika Pasar Angso Duo
dikatakan pasar rakyat yang kaya sejarah. Walaupun telah mengalami penggantian nama
dan berpindah-pindah tempat beberapa kali sebelum resmi menggunakan nama Pasar
Angso Duo”.
terimkasih atas ilmunya
BalasHapusterimkasih atas ilmunya
BalasHapus